Jumat, 12 September 2014

Halaman Toko / Ruko / Kios bisa Untuk Parkir Mobil

Toko / Ruko / Kios sekarang kebanyakan pinggir jalan pas alias mepet Jalan, sehingga parkirnya pun para konsumen atau pembeli bingung. sehingga terkadang membuat kemacetan dan para konsumen enggan atau ,alas datang kesitu lagi. Apa yang terjadi sehingga omset anda berkurang bukan. sebenarnyamungkin kalian berpikir kalau di pinggir jalan mudah di lihat orang. namun konsep itu salah jika tidak di imbangi dengan Halaman parkir yang memadai.
Salah satu kunci sukses keberhasilan usaha yaitu halaman toko bisa untuk parkir mobil, Ini merupakan hal penting namun sering kali terlupakan atau terpaksa tidak disiapkan karena merasa ada keterbatasan sehingga tidak memungkinkan untuk diadakan. keterbatasan tersebut bisa berupa lahan sempit, ingin punya toko besar, atau yang lainya. apapapun masalahnya sebaiknya toko kita tetap menyediakan fasilitas tempat parkir mobil, Bayangkan berapa banyak calon konsumen bermobil yang tidak jadi membeli barang atau jasa yang kita jual karena kesulitan untuk parkir. mereka melintas didepan toko sambil berpikir untuk belok, namun setelah melihat tidak tersedianya tempat parkir maka segera mengurungkan niat dan melanjutkan perjalanan kembali. lain halnya jika toko kita berkonsep membeli sambil jalan tanpa harus turun dari mobil, dalam kondisi ini maka toko bisa kita letakan ditepi jalan.


Desain halaman toko yang bisa untuk tempat parkir mobil
Halaman Toko / Ruko / Kios bisa Untuk Parkir Mobil


Rata-rata ukuran panjang mobil itu 5m dan lebarnya  2m, jadi setidaknya didepan toko ada lahan kosong sepanjang lima meter yang bisa digunakan untuk tempat berhenti kendaraan roda empat, jika tidak memungkinkan untuk menyediakan halaman kosong didepan toko maka bisa disiapkan alternatif lain seperti parkir bawah tanah, parkir di pinggir jalan raya  atau di atap toko jika memungkinkan. dan yang tak kalah penting lagi adalah pertimbangan segi kemudahan mobil untuk keluar masuk parkir, untuk itu halaman toko perlu didesain sedemikian rupa agar nyaman dan aman untuk digunakan sebagai tempat parkir kendaraan.


Untuk toko yang terletak di lokasi pertokoan bersama seperti mall, plaza, atau pusat perbelanjaan bisa menyediakan fasilitas tempat parkir umum yang diletakan dengan lokasi khusus atau didepan masing-masing toko. kapasitas parkir perlu dihitung dengan pas agar lahan yang tersedia cukup untuk menampung semua kendaraan pengunjung, area parkir bisa diletakan di lantai basement, namun untuk mall sebaiknya parkiran diletakan dilantai atap agar lantai bawah dioptimalkan fungsinya sebagai pertokoan, alasanya adalah pengunjung lebih senang naik keatas membawa mobil untuk parkir daripada harus jalan keatas menuju untuk menuju toko yang menjual barang tertentu. Yah.. begitulah gambaran tentang arti pentingnya tempat parkir kendaraan roda empat bagi kesuksesan usaha pertokoan, selamat mendesain toko yang bagus dan nyaman. artikel ini di ambil juga dari rumahbangun.com karena kami menyajikan buat semua orang karna kami berlangganan via email


Penawaran Produk dan Kerjasama PT. SKAY

  • Bersamaan dengan ini perkenalkan perusahaan kami PT. SKAY yang berkantor pusat di Jakarta,SKAY sudah dikenal sejak 1990 sebagai perusahaan yang terpercaya dan dapat diandalkan.
    Dengan jaringan luas yang meliputi pusat distribusi di kota–kota besar di Indonesia,SKAY berkomitmen untuk menghadirkan produk-produk terbaik bagi konsumen secara tepat jumlah dan tepat waktu.
    Tidak menjadi masalah apakah perusahaan anda adalah korporasi multi nasional ataupun perusahaan dalam negeri yang sedang berkembang,PT. SKAY selalu siap dan mampu untuk memenuhi kebutuhan anda. Jaringan dan penetrasi pasar PT. SKAY sudah menjangkau lebih dari 9.000 outlet besar dan kecil di seluruh Indonesia.,dengan principal dari seluruh Indonesia,seperti India,Cina,Australia,Inggris,Swiss,dan Jerman.
    Keahlian logistic kami di SKAY memastikan bahwa produk anda akan terkirim kapan dan dimana pasar membutuhkannya.
    Bersamaan dengan surat ini juga,kami menawarkan kerjasama,jika Bapak/Ibu sedang mengerjakan suatu proyek,maka kami PT. SKAY siap menjadi distributor untuk bahan-bahan bangunannya.

    Berikut adalah produk-produk yang ada di PT. SKAY :
    • Cat Galvanis
    • Cat Untuk Tower
    • Cat Kayu dan Besi / Synthetic Enamel
    • Cat Tembok / Emulsion Paint
    • Cat Genteng / Roof Paint
    • Cat Kayu dan Besi / Synthetic Enamel
    • Cat Logam Non Besi / Non Ferrous (Al, Zn) Coating
    • Cat Lantai / Floor Coating
    • Cat Kayu / Wood Coating
    • Cat Marka Jalan / Road Marking Paint
    • Bahan Tambahan Untuk Beton / Concrete Admixtures
    • Perawatan Permukaan Dan Cetakan Beton / Surface Product
    • Bahan Tambahan Untuk Mortar / Mortar Admixtures
    • Mortar Siap Pakai / Readymix Mortar
    • Semen Dan Epoxy Grout / Cement & Epoxy Grout
    • Bahan Perekat & Mortar Epoxy / Epoxy Rigit Bonding
    • Pelapis Kedap Air / Waterproofing
    • Pengisi Celah Elastis / Joint Sealant
    • Lapisan Untuk Lantai Industri / Epoxy & Pu Flooring
    • Lapisan Pelindung Beton Dan Baja / Protective Coating
    • Water Proofing (Acrylic)
    • Water proofing (cairan lignin)
    • Bonding agent / lem beton (SBR)
    • Penguat beton (cairan lignin)
    • Plamur dinding (Acrylic)
    • Lem keramik (Acrylic pasta)
    • Plester anti bocor (Bituminus)

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk kami silahkan menghubungi Call Center PT. SKAY,melalui :

    ~ Telepon & SMS 
    0888-06838-333 ( FREN )
    0856-060-11356 ( IM3 )
    0812-128-22272 ( SIMPATI )
    ~ YM  : skay_pusat@yahoo.com
    ~ EMAIL : support@skay.co.id
    ~ PIN BB : 2AB31E14


    Atau bisa juga menghubungi cabang - cabang PT. SKAY yang terdekat di kota Bapak / Ibu :

    1. DENPASAR
    Jl. By Pass Buluh Indah No. 102
    Denpasar-Bali, kode Pos 80118
    Telp +62 361 7474427. 7474428
    A/n Ibu Yayuk ( Bagian Pemasaran )

    2. LOMBOK
    Jl. HOS Cokroaminoto 16A-16B
    Cemare-Mataram
    Telp. +62 370 623503,+62 370 641960, 
    081907183807 , 081917313777
    A/n Ibu Lina ( Bagian Pemasaran )

    3. SURABAYA
    Komplek Pergudangan 88
    Blok C.17-18 RT. 020 RW. 008
    Desa/Kel Pabean Kec. Sedati
    Sidoarjo-61253
    Telp. +62 31 8678995 
    A/n Ibu Yani ( Bagian Pemasaran )
    Telp. +62 31 8678996
    A/n Ibu Dini ( Bagian Pemasaran ) 

    4. JOGJAKARTA
    Jl. Lingkar Barat Banyuraden
    Gamping-Sleman
    DI Jogjakarta kode Pos 55293
    Telp. +62 274 621690
    A/n Ibu Oki ( Bagian Pemasaran )
    Telp. +62 274 621694
    A/n Ibu Eneng ( Bagian Pemasaran )

    5. PURWOKERTO
    Jl. Mentri Supeno No. 4 RT.004 RW.01
    Karang Kedawung Sukaraja Tengah
    Banyuwangi Purwokerto
    Telp. +62 281 6445099

    6. PADANG
    Jl. Agus Salim No. 70 Q
    (Sebelah SPBU Sawahan) kode pos 25127
    Kec. Sawahan Tmur Padang
    Flexi. 0751-9004093
    A/n Ibu Ineng ( Bagian Pemasaran )

    7. SAWANGAN
    Jl. Raya Muchtar No. 82 Sawangan-Depok
    Kode Pos 16511
    Telp. 021 70095305,70804560
    A/n Ibu Meylinda ( Bagian Pemasaran )

    8. TANGERANG
    JL. Imam Bonjol Raya No. 68 A
    Karawaci - Tangerang 15115
    Telp :+62 21 32727187, +62 21 55735389,
    081295957078,081511155619
    A/n Ibu Marwah( Bagian Pemasaran )

    9. BEKASI
    Jl.Narogong Raya Km 12,5 No.85
    Bantar Gebang - Bekasi Timur. Kode Pos 17310
    Telp : +62 21 42887577 , 
    +62 21 28707785
    A/n Ibu Suwarni ( Bagian Pemasaran )

    10. JEMBER
    Jl. Letjen Sutoyo No. 180
    Kranjingan Jember Kode Pos 68122
    Telp. +62 3317748561, 0331-321389
    A/n Ibu Evi ( Bagian Pemasaran )

    11. SOLO
    Ruko Mutiara Indah 2, No A1-A2
    Kudu-Baki Sukoharjo
    Telp. +62 271 7060790
    A/n Ibu Asri ( Bagian Pemasaran )

    12. BANDUNG
    Jl. Cikalang No. 117 Cileunyi
    Bandung-JABAR Kode Pos 40623
    Telp. +62 22 7836588 / 7067992
    A/n Ibu Ratna ( Bagian Pemasaran )

    13. CIREBON
    JL. Megu Cilik RT/RW 02/03 NO 82 Plered
    Kec Weru Kab Cirebon 45154
    Telp. +62 231 322002 , 322003
    A/n Ibu Nia ( Bagian Pemasaran )

    14. MAKASAR
    Jl. Kumala No. 78 Block C1
    Makassar
    Telp. +62411 831842, 2998743

    15. KEDIRI
    Jl. Kuwak Utara I/5
    Ngadirejo-Kediri Kode Pos 64122
    Telp. +62 354 686318, +62 354 7621643
    A/n Ibu Tyas ( Bagian Pemasaran )

    16. SEMARANG
    Jl. Terboyo Industri XII No. 12- B
    Semarang-JATENG Kode Pos 50112
    Telp. +62 24 6590718 , +62 24 6593221
    A/n Ibu Nana ( Bagian Pemasaran )

    17. KUPANG
    Jln. R.W. Monginsidi 3 No. 27 RT/RW. 13/04 
    Kelurahan Fatululi-Kecamatan Oebobo-Kodya Kupang-NTT.
    Telp. +62 380 8033159 , 081319277833
    A/n Ibu Netty ( Bagian Pemasaran )

    18. MALANG
    Jl. Raya Karang Ploso No. 23
    Malang
    Telp. +341 466002
    A/n Ibu Wiwit ( Bagian Pemasaran )

    19. BANYUWANGI
    JL. Kyai Haji Imam Bahri No. 10 Genteng
    Banyuwangi
    Telp. +333 843599
    A/n Ibu Yuni ( Bagian Pemasaran )

    20. BOGOR SUB BRANCH
    JL. Raya Johar Grande Ruko No. 2
    Cimanggu Bogor
    Telp. +251 8358489


     
     
    Hormat saya
     
     
    Dita
    Call Center SKAY

Kamis, 11 September 2014

menentukan kebutuhan ac pada ruang

Masih banyak orang yang bingung dalam ruangan membutukan berapa banyak atau berapa pk yang di gunakan menentukan ac ruangan. yang terpenting adalah kita tau Luas Ruangan Dulu jika dah tau simak aja tabel di bawah ini, agar kebutuhan ac tercukupi tidak kurang dan tidak lebih
Kebutuhan akan kapasitas dari AC tentunya yang paling menentukan adalah seberapa besar ruangan yang akan di tempatkan AC tersebut. Untuk menghitung kebutuhan AC pada ruangan berikut ini ada cara sederhana untuk menghitungnya:

menentukan kebutuhan ac pada ruang


Rumus :

Kebutuhan AC = (Volume Ruangan)/3 * Koeffisien
dimana : koeffisien setiap volume  1m3 = 500 BTU/hr.
Misalnya ruangan dengan ukuran 3m x 4m .tinggi 3m
Kebutuhan AC adalah

= (p x l x t) / 3 x 500
= (3m x 4m x 3m)/3 * 500 BTU/hr
= 12 m3 x 500 BTU/hr
= 6000 BTU/hr

Artinya kebutuhan AC untuk ruangan 3m x 4m x t 3m = 6000 BTU/hr.
1 PK kompresor AC =  8.000 – 10.000 Btu/hr. ≈ setara 9.000 Btu/hr.
Bila hitungan = 6000 Btu/hr setara dengan 0.6667 PK.
Disarankan menggunakan 0.75 PK = 3/4 PK = 7000 BTU/hr, karena bila terjadi penurunan
kapasitas AC masih tetap mampu mendinginkan ruangan.

menentukan kebutuhan ac pada ruang


Untuk yang lebih advance, bisa menggunakan rumus ini :
(Wpanjang x Htinggi x I x Llebar x E) / 60 = kebutuhan BTU
1 feet = 0.3048 meter
1 Meter = 3.28 feet
W = Panjang Ruang (dalam feet)
H = Tinggi Ruang (dalam feet)
I = Nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain).
Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
L = Lebar Ruang (dalam feet)
E = Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara;
nilai 17 jika menghadap timur;
Nilai 18 jika menghadap selatan; dan
nilai 20 jika menghadap barat.

Kapasitas AC berdasarkan PK:

  • AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h
  • AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
  • AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
  • AC 1½ PK = ±12.000 BTU/h
  • AC 2 PK = ±18.000 BTU/h

Contoh Hitungan:
Ruang berukuran 3m x 4m atau (9 kaki x 13 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki) tidak berinsulasi, dinding panjang menghadap ke timur.
Kebutuhan BTU = (9 x 13 x 18 x 10 x 17) / 60 = 5.967 BTU setara dengan AC 3/4 PK.

Demikian sedikit informasi mengenai cara menghitung kebutuhan AC sesuai dengan Luas Ruangan yang tersedia. Semoga membantu.

Kumpulan Materi Seminar HAKI ( Himpunan Ahli Konstruksi )

HAKI = Himpunan Ahli Konstruksi
Seminar dan pameran yang diselenggarakan HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia), merupakan salah satu event favorit yang ditunggu- tunggu para insinyur konstruksi, khususnya yang berkecipung di proyek-proyek bangunan gedung tinggi. Berikut adalah kumpulan dari materi- materi HAKI selama 6 tahun terakhir. Materi tersebut dengan baik hati di share oleh Pak Wiryanto Dewobroto di blog beliau. Silahkan jika ingin mendownload.
Logo HAKI



SEMINAR HAKI 2011
  1. Development of seismic design criteria for the New RSNI 03-1726-201x (I Wayan Sengara)
  2. RSNI 03-1726-201x (Bambang Budiono) - presentasi 2.56 Mb
  3. Standar Nasional Indonesia tentang Tata Cara Perancangan Struktur Beton Pracetak dan Prategang untuk Bangunan Gedung (Binsar Hariandja dan Harry Nugraha Nurjaman) - paper 111 kb
  4. Standar Nasional Indonesia tentang Metode Uji dan Kriteria Penerimaan Sistem Strutur Rangka Pemikul Momen Beton Bertulang Pracetak untuk Bangunan Gedung (Harry Nugraha Nurjaman) - paper 1.11 Mb
  5. Dampak Persyaratan Geser Dasar Seismik Minimum pada RSNI 03-1726-201x pada Gedung Tinggi Terbangun (Suradjin Sutjipto) - paper 242 kb
  6. Membrane Structure : A Modern and Aesthetic Structural System (FX Supartono) - paper 1.9 Mb
  7. Pengembangan Metoda MPA Struktur Beton Bertulang dengan Ragam Torsi dan Respon Momen Lentur (Lingga Kencana Octaviansyah) - paper 442 kb
  8. Perilaku Struktur Kolom Beton Bertulang dengan Modifikasi Pemasangan Tulangan Pengekang akibat Beban Aksial dan Lateral Siklis (Anang Kristianto) – paper 0.9 Mb
  9. Notes on 3D Multi masses Dynamic Analysis (Hadi Rusjanto Tanuwidjaja) - paper 0.6 Mb
  10. Dynamic Response of Structural Machine Foundation due to Rotating Force (Wisnu Widayat) – paper 0.7 Mb
  11. Sistem Lantai Komposit dari Bahan Pracetak Support Beam, Curve Tile dan Beton Cor di tempat (Andreas Triwiyonono) - paper 0.6 Mb 
  12. Sistem Pracetak Beton sebagai Sistem Konstruksi Hijau:  Studi Kasus Perbandingan Energi Konstruksi di Pembangunan Rumah Susun di Batam (Harry Nugraha Nurjaman) – paper 1.4 Mb
  13. Building Information System (Tekla) – presentasi 2 Mb
  14. Melangkah ke Depan: Dari Analysis Statik Linier menuju Analysis Dinamik Non-Linier (Davy Sukamta) - paper 358 kb
  15. Best Practice Guidelines for the Use of Wind Tunnel Testing in The Structural Design of Building (Mark P. Chatten) – paper 0.8 Mb
  16. Construction of Bored Tunnels in Urban Areas Essential Techniques for Succes (Peter Barnett) – paper 0.7 Mb
  17. Simulasi Numerik Penomena Progressive Collapse pada Struktur Beton Bertulang akibat Beban Ledakan Bom (Elvira) – paper 0.36 Mb
  18. Studi Kegagalan Struktur Precast pada Beberapa Bangunan Tingkat Rendah akibat Gempa Padang 30 September 2009 (Josia Irwan Rastandi) - paper 2.5 Mb 
  19. Public Safety and Seismic Rehabilitation of Existing Building due to Increased Seismic Risk (Dradjat Hoedajanto) – paper 0.1 Mb
  20. High Damping Rubber Bearing for Seismic Protection of Building (Nobua Murota) - paper 6.4 Mb
  21. Waterproofing for Roofing (Handi Prajitno) -  paper 571 kb
  22. Durability of Concrete (Jozef Van Beeck)
  23. Green Innovation in Cement Application (Dian Wydiatmoko)
  24. Rehabilitation of Infrastructures using Fibre-reinforced Polymer (FRP) Strengthening Technology (Wee Keong ONG) – paper 0.7 Mb
  25. Era Baru Perancangan Struktur Baja berbasis Komputer memakai Direct Analysis Method – AISC 2010 (Wiryanto Dewobroto) - paper 0.5 Mb
  26. Perencanaan Struktur Rangka Baja dengan Bressing Tahan Tekuk (Rhonita D. Andarini) – paper 1 Mb
  27. Perilaku link panjang dengan pengaku Diagonal Badan pada Sistem Struktur Rangka Baja Tahan Gempa (Nidiasari) – paper 1 Mb


SEMINAR HAKI 2010

DESIGN, TESTING AND INNOVATIVE CONSTRUCTION
  1. Perkembangan dan Kemajuan Konstruksi Gedung Tinggi dan Besmen Dalam
    Davy Sukamta (down-load PDF 856 kb)     *** menang di kategori terpopuler ***
  2. Wind Engineering Large Structures In Indonesia. A State Of The Art Review
    M.J. Glanville dan L.S Cochnar (down-load PDF  378 kb)
  3. Struktur Transparant-Dimensi Baru Dalam Konstruksi Bangunan
    Harianto Hardjasaputra (down-load PDF 581 kb)
STANDARD AND CODES
  1. Seismic Performance Evaluation & Retrofit Approaches Of Irregular Gravity Load Designed Reinforced Concrete Frame Buildings
    Jimmy Chandra (down-load PDF 1678 kb)
  2. Keandalan Formula Kekuatan Tekan Rata-Rata Perlu Beton Normal Berdasarkan SNI 03-2847-2002
    Muhamad Abduh dan Yoyo Lukiman (down-load PDF 197 kb)
  3. Implikasi Konsep Seismic Design Category (SDC) – ASCE 7-05 Terhadap Perencanaan Struktur Tahan Gempa Sesuai SNI 1726-2002 & 2847-2002
    Rachmat Purwono dan Takim Andriono (down-load PDF 225 kb)
MATERIALS AND TESTING
  1. Perilaku Lekatan Baja Tulangan U-50 Tempcore Terhadap Beban Monotonik Dan Siklik
    Annie Retika dan Iswandi Imran (down-load PDF 1153 kb)
  2. How To Make High Performance And Green Structural Concrete
    Hadi Rusjanto. T (down-load PDF 145 kb)
  3. HOLCIM
  4. Waterproof And Durable Concrete Protection With Hydrophobic Impregnation
    Handi Prajitno dan Dr. Hartmut Ackermann (down-load PDF 485 kb)
  5. Silent Piling Technologies For Sustainable Construction In Indonesia
    GOH Teik Lim (down-load PDF 1492 kb)
STRUCTURAL PERFORMANCE AND BEHAVIOUR
  1. Evaluasi Kinerja Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus Bercoakan 40% Di Wilayah Beresiko Gempa Tinggi Di Indonesia
    Ima Muljati dan Benjamin Lumantarna (down-load PDF 424 kb)
  2. Pengaruh Bentuk Dan Orientasi Serat Terhadap Perilaku Cabut (PullOut) Serat Baja
    Sholihin As'ad (down-load PDF 796 kb)
  3. Kajian Numerik Perilaku Link Panjang Dengan Pengaku Diagonal Badan pada Sistem Rangka Baja Berpengaku Eksentrik
    Nidiasari dan Bambang Budiono (down-load PDF 758 kb)
MC ANALYSIS AND DESIGN
  1. Peta Gempa Baru Untuk Indonesia
    Masyhur Irsyam (down-load PDF 2458 kb)
  2. Analisis Response Bangunan ICT Universitas Shiah Kuala Yang Memakai Slider Isolator Akibat Gaya Gempa
    Daniel Rumbi Teruna Dan Hendrik Singarimbun (down-load PDF   541 kb)
  3. Apakah Jakarta Sudah Aman Terhadap Gempa ?
    Dradjat Hoedajanto (down-load PDF 1027 kb)
STRUCTURAL PERFORMANCE AND BEHAVIOUR
  1. Perilaku Aktual Bangunan Gedung Dengan Sistem Pracetak Terhadap Gempa Kuat
    Hari Nugraha Nurjaman, Lutfi Faisal dan H.R. Sidjabat (down-load PDF 509 kb)
  2. Passive Fire Protection On Structural Steel Buildings
    PT. International Paint Indonesia (down-load PDF  1471 kb)
  3. Perkuatan Lentur Balok Beton Bertulang Dengan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP)
    Fikri Alami (down-load PDF 768 kb)
STRUCTURAL PERFORMANCE, DESIGN AND CONSTRUCTION
  1. Jembatan Nasional Suramadu, Konstruksi Approach Bridge
    Eko Prasetyo (down-load PDF 582 kb)
  2. Aspek Penting Dan Petunjuk Praktis Dalam Perencanaan Struktur Gedung Di Dekat Pusat Gempa
    Nathan Madutujuh (down-load PDF  331 kb)
  3. Resiko Otomatisasi Komputer Pada Perancangan Struktur
    Wiryanto Dewobroto, Wawan Chendrawan (down-load PDF 556 kb)
  4. Perencana Dan Optimasi Struktur Beton Prategangan Statik Tak Tertentu
    Yoyong Arfiadi (down-load PDF 1154 kb)
SEISMICITY AND EARTHQUAKE ENGINEERING
  1. Padang Earthquake Of September 30, 2009 Why It Is So Devastating
    Sindur P. Mangkoesoebroto (down-load PDF 727 kb)     *** menang di kategori paling sesuai  tema ***
  2. Site-Specific Seismic Response Analysis (SSRA) On Liquefiable In Jakarta
    Sindhu Rudianto dan Bobby Soedjono (down-load PDF 502 kb)
  3. Studi Seismoteknik Daerah Muria Untuk Kelayakan Dan Keselamatan Rencana Pusat Listrik Reaktor Daya PLRD-Ujung Lemah Abang-Ula-Jepara-Jawa Tengah
    Engkon K. Kertapati, Sukahar, Eka Adi Saputra (down-load PDF 860 kb)


SEMINAR HAKI 2009

  1. Menuju Praktek Konstruksi Yang Lebih Baik
    Ir. Davy Sukamta – Isinyur Profesional Utama HAKI
    Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia 2008-2011
    (download *.pdf 1483 kb)
  2. Profesionalisme Sebagai Dasar Dari Kebenaran Praktek Konstruksi
    Assoc. Prof. Dradjat Hoedajanto STSi., MEng., PhD., IPU HAKI
    (download *.ppt 5755 kb)
  3. Hal Mendasar Yang Masih Menjadi Kendala Perancangan Struktur Beton Pemikul Beban Gempa Di Indonesia
    Hadi Rusjanto Tanuwidjaja
    Dosen Tetap Fakultas Teknik Sipil Universitas Trisakti Jakarta
    Direktur Utama PT Haerte Widya Konsultan Engineers Jakarta
    (download *.pdf 657kb)
  4. Performance-Based Seismic Resistant Design mengacu pada Rekomendasi Los Angeles Tall Building Structural Design Council dan Council on Tall Building and Urban HabitatDradjat Hodajanto, ST.Si, M.Eng., Ph.D
    Ir. Djoni Simanta, MT.
    ArisAryanto, ST., MT.
    (download *.ppt 4502 kb)
  5. Permasalahan Detailing Pada Bangunan Beton Bertulang Sederhana Tahan Gempa
    Iswandi Imran dan Dradjat Hoedajanto
    Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung
    Li Bing dan Kimreth Meas
    LIEN Institute for Environment, Nanyang Technological University, Singapore
    (download *.pdf 542 kb)
  6. Ultra High Performance Concrete – Beton Generasi Baru berbasis teknologi nano
    Harianto Hardjasaputra
    Guru Besar Teknik Sipil Universitas Pelita Harapan
    (download *.pdf 283 kb)
  7. The Impact of our Environment on Concrete Durability 
    Mr. Charles T. Kidd 
    President Director P.T. Sika Indonesia.
    (download *.pdf 487 kb)
  8. Studi Eksperimental Sambungan Kolom-Kolom Pada Sistem Beton Pracetak Dengan Menggunakan Sleeves
    Iswandi Imran, Liyanto Eddy, Mujiono, Elvi Fadilla
    (download *.pdf 765 kb)
  9. Kajian Kinerja Link Yang Dapat Diganti Pada Struktur Rangka Baja Berpengaku Eksentrik Tipe Split-K
    Muslinang Moestopo, Yudi Herdiansah, Ben Novarro Batubara
    (download *.pdf 1205 kb)


SEMINAR HAKI 2008
  • Kecenderungan Perkembangan Konsep Perencanaan Struktur Tahan Gempa di Dunia
    Dradjat Hoedajanto (Abstrak PDF 20 Kb)
  • Designing High Rise Building – Australian Experience
    Richard Green
Wind Resistant Design
  • Aerodynamic Response Of Long Span Cable Stayed Concrete BridgeFX. Supartono (PDF 2852 kb)
  • Analisis Flutter Jembatan Tacoma Narrows Lama
    Made Suangga & Andi Wiryana (PDF 483 kb)
  • Perencanaan Ketahanan Angin Jembatan Cable Stayed Suramadu
    Made Suangga & Subagyo (PDF 742 kb)
Earthquake Resistant Design and Construction
  • Analisa Dinamik Arah Gaya Geser Tower pada Struktur Podium Multi Tower
    Josia I Rastandi (PDF 203)
  • Cara menentukan pemberhentian Tulangan Balok Sistem Penahan Beban Gempa dengan memanfaatkan Output Post Processor ETABS dan Drawaing Interchange Format (DXF)
    Sugia Mulyana
  • Bottom-Up Construction pada Gedung 48 Lantai + 5 Basement Plaza Indonesia II – Jakarta
    Davy Sukamta (PDF 476 Kb)
  • Pengujian Tahan Gempa Sistem Pracetak untuk Bangunan Bertingkat Tinggi dan Penerapan Pada Program Pembangunan 1000 Tower Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi
    Hari Nugraha Nurjaman, H.R. Sidjabat (PDF 4.57 Mb)
  • Korelasi Nilai N-SPT dengan Unit End Bearing dan Skin Friction untuk Fondasi Bored pile pada tanah Clay-Shale, Studi Kasus Jembatan Surabaya – Madura
    Masyhur I, Nugroho A. Endra S, Atyanto B Soebagyo, Siska R.I., E. Prasetyo, M. Suangga (PDF 492 Kb)
Seismicity and Earthquake Engineering
  • Ketahanan Beton Mutu Tinggi dengan Kandungan Fly Ash kelas C terhadap Abrasi dan Tumbukan
    Annisa M. Magenda, Andreas Bambang, Mudji Irmawan
  • Use of Fine Mesh for Confinement of Rectangular RC Columns
    Tavio, Rachmat Purwono, E. Dwisukmawati
  • Reinforcement Sistem – Ficher Carbon Fiber
    Muljady Wongsonegoro
  • Perilaku Lentur Kolom Beton Mutu Tinggi yang dikekang dengan Baja Mutu Tinggi
    Zulfikar Djauhari, Iswandi Imran (PDF 592 Kb)
HARI KE-2 TGL 20 AGUSTUS 2008
  • Active Faults, Tsunami, and Ground-Motion Hazard Assements
    Danny Hilman Natawijaya (PDF 1180 Kb)
  • Necessity of Site Effect Assement in Seismic Microzonation for Indonesia
    Fumio Kaneko, Shukyo Segawa, Tatsukichi Tanaka (PDF 79 Kb)
Earthquake Engineering and Design
  • Analisis Struktur Daktail pada Struktur Portal Terbuka dan Sistem Ganda dengan Metoda Kekakuan Sekan
    Bambang Budiono, Edo Permana (PDF 141 Kb)
  • Applicability Metoda Desain Kapasitas pada Perancangan Struktur Dinding Geser Beton Bertulang
    Iswandi Imran, Ester Yuliari, Suhelda, A. Kristianto (PDF 257 Kb)
  • Analisis Kapasitas Struktur dengan Incremental Dynamic Analysis (IDA) Pendekatan Modal Pushover Analysis (MPA) Struktur Beton Bertulang
    Bambang Budiono, Ferry Wibowo (PDF 468 kb)
  • Performance Based Design, Sebaiknya menggunakan Model Pushover Analysis atau Capacity Spectrum Method ?
    Benjamin Lumantarna (PDF 77 Kb)
Material and Component – Seismicity
  • Penggunaan Baja U-50 dan Permasalahannya
    Hadi Rusjanto T. (PDF 111 Kb)
  • Pengaruh Pengaku tengah dalam meningkatkan kuat tekan Penampang Baja Ringan – Studi Analitis dan Experimental
    Nathan Madutujuh, Bambang Suryoatmono, Iswandi Imran
  • Russia Federation Towers – A Structural Glazing Facade at the Highest Stage of Energy Saving
    Jorg Szybalski
  • Necessity of Seismic Disaster Assement for Intra-Plate Earthquakes : An Example of Active Fault Investigation in Japan
    Michio Morino, Fumio Kaneko, Tatsikichi Tanaka
  • Seismisitas dan Model Zona Subduksi di Indonesia Resolusi Tinggi
    Sri Widiyantoro (PDF 828 Kb)
Seismicity and Earthquake Engineering
  • Seismotektonik Ujung Lemah Abang -  Ula Jepara – Jawa Tengah
    Engkon K. Kertapati, Sukahar Eka A. Saputra
  • Recommendation on Seismic Hazard Spectra for Highrise Building in Jakarta Area Based on Probabilistic Analysis Adopting Next Generation Attenuation Functions
    I Wayan Sengara
  • Usulan Ground Motion untuk Batuan Dasar Kota Jakarta dengan Perioda Ulang Gempa 500 tahun untuk Analisis Site Specific Response Spectra
    Masyhur Irsyam, Hendriyawan, Donny T.D., Engkon K, Bigman M.H, Davy Sukamta (PDF 224 Kb)
  • Uncorrelated Synthetic Ground Motions Compatible with SNI 03-1726-2003 Design Spectra
    Sindur P. Mangkoesoebroto



SEMINAR HAKI 2007

DESIGN and CONSTRUCTION


  1. DAC-1: "Apakah Jakarta Aman Terhadap Gempa Desain ?", Dradjat Hoedajanto
  2. DAC-2: "Perancangan Tahan Gempa Gedung 48 Lantai Plaza Indonesia II Jakarta", Davy Sukamta (down-load PDF 346 kb)
  3. DAC-3: "Jembatan Cable-Stayed Grand Wisata – Perencanaan dan Pelaksanaan", FX Supartono (down-load PDF 1901 kb)


DESIGN and MATERIALS

  1. DAM-1: "M-System – Konstruksi Tahan Gempa dan Ramah Lingkungan", Ing. Pettinari
  2. DAM-2: "Pelaksanaan Post-Tensioning Un-Bonded Slab Pada Struktur Gedung 43 Lantai Apartemen Citylofts Jakarta", J. Tjintamijarsa, Yohanes Prakoso R., Muhammad Aras Lapong (down-load PDF 514kb)
  3. DAM-3: "Kajian Eksperimental Kinerja Panel Lantai Dan Panel Dinding Hebel", Dradjat Hoedajanto, Iswandi Imran, Aris Aryanto (down-load PDF 223 kb)
  4. DAM-4: "Seismic Safety Post-Installed Fixings and Strengthening", Dr. J. Buhler
  5. DAM-5: "Holcim Experienced in Mass Concreting (9.070 m3)", Hans Fuchs, Juhans Suryantan (down-load PDF 393kb)


EARTHQUAKE ENGINEERING

  1. EQE-1: "Kerusakan Bangunan pada Gempa Yogyakarta 27 Mei 2006 : Akibat Kebelum-jelasan Kode, Sosialisasi atau Pelaksanaan ?", Widodo (down-load PDF 532 kb)
  2. EQE-2: "West Sumatra Earthquake, 6 March 2007, Structural Damage Report", Teddy Boen (down-load PDF 4293 kb)
  3. EQE-3: "Evaluasi Cepat Sistem Rangka Pemikul Momen Tahan Gempa", Rahmat Purwono, Tavio (down-load PDF 106 kb)
  4. EQE-4: "Pertimbangan pada Perbaikan dan Perkuatan Struktur Bangunan Pasca Gempa", Hartono
KEYNOTE SPEAKERS
  1. KS-3: "Experimental Test of PRC Coupling Beams Under Simulated Seismic Loading", Dr. Pam Hoat Joen, Univ of Hongkong (down-load PDF 1736 kb)
  2. KS-4: "What Indonesia Can Learn From the New Seismic Design Maps in the USA", Dr. Nicolas Luco, USGS
EARTHQUAKE RESISTANT DESIGN
  1. ERD-1: "Seismic Chart in Performance-Based Earthquake Engineering", Sindur P.Mangkoesoebroto (down-load PDF 613 kb)
  2. ERD-2: "Beberapa Ketentuan Baru Mengenai Desain Struktur Baja Tahan Gempa", Muslinang Moestopo (down-load PDF 428 kb)
  3. ERD-3: "Penyederhanaan Cara Perhitungan Struktur untuk Bangunan Tahan Gempa Tertentu", Ratna K. Gunawan, Anwar Susanto, S.P. Limasalle (down-load PDF 352 kb)
  4. ERD-4: "Perencanaan Bangunan Tahan Gempa dengan Menggunakan Basic Isolator (LRB). Contoh Kasus Gedung Auditorium Universitas Cendrawasih Papua", Daniel Rumbi Teruna (down-load PDF 333 kb)


STRUCTURAL PERFORMANCE and BEHAVIOUR

  1. SPB-1 : "Pengaruh Keretakan Beton dalam Analisis Struktur Beton", Wiratman Wangsadinata (down-load PDF 295 kb)
  2. SPB-2: "Usulan Kurva Tegangan-Regangan Beton Mutu Tinggi Terkekang Welded Wire Reinforcement", Benny Kusuma, Tavio (down-load PDF 361 kb)
  3. SPB-3 :"Perilaku Kekuatan dan Daktilitas Kolom Beton Bertualang Mutu Tinggi yang dikekang Baja Mutu Tinggi", Zulfikar Djauhari,Iswandi Imran, Herlien D. Setio (down-load 119 kb)
  4. SPB-4: "Analisis Respon Struktur Tahan Gempa Dengan Metoda Simulasi Hibrida Menggunakan Telematika Kolaborasi Cyber", Bambang Budiono (down-load PDF 968 kb)
  5. SPB-5: "Semi Active Variable Damping untuk Mengurangi Pengaruh Getaran Akibat Gempa", Yoyong Arfiadi (down-load PDF 383 kb)


SEISMICITY and EARTHQUAKE ENGINEERING

  1. SEE-1: "Site Specific Respons Spektra dan Analisis Dinamik untuk Kota Jakarta", Masyhur Irsyam
  2. SEE-2: "New Attenuation Relation for Earthquake Ground Motions in Indonesia Considering Deep Source Events", Rizkita Parithusta (down-load PDF 535 kb)
  3. SEE-3: "Correlation of Site Condition – Building Damages and Ground Rupture of the 27 May 2006 Yogyakarta Earthquake Center Java and Microzonation of the Area Damage", Engkon K. Kertapati, Marjiyono (down-load PDF 295 kb)
  4. SEE-4: "3-Dimensional Source Zones Probabilistic Seismic Hazard Analyis for Jakarta and Site-Specific Response Analysis for Seismic Design Criteria of 45-Storey Plaza Indonesia II Building", I Wayan Sengara, Hendarto, Engkon K. Kertapati, Davy Sukamta, Putu Sumiartha (down-load PDF 298 kb)
SUPPLEMENTAL PAPER
  1. "Inovasi Teknologi dan Sistem Beton Pracetak di Indonesia: Sebuah Analisa Rantai Nilai", Muhamad Abduh (down-load PDF 143 kb)
  2. "Perbandingan Kuat Tekan dan Permeabilitas Beton yang Menggunakan Semen Portland Pozzolan dengan yang Menggunakan Semen Portland Tipe I", I Made Alit Karyawan Salain (down-load PDF 39 kb)
  3. "Potensi Ferosemen untuk Rumah Tahan Gempa", Masdar Helmi (down-load PDF 901 kb)
  4. "Alat Bantu Desain Komponen Struktur Baja Berdasarkan SNI 03-1729-2002", Armen Adekristi et. al (down-load PDF 407 kb)


SEMINAR HAKI 2006
  1. Etika Profesi dalam Karya Konstruksi, ( down-load PDF 32 kb )
    Dradjat Hoedajanto
    Associate Professor, Ph.D., IPU;
    Dosen dan Kepala Laboratorium Struktur dan Bahan – FTSL – ITB
    Ketua Program Sertifikasi Profesi – HAKI – INDONESIA.
  2. Studi Komparatif Desain Penampang Elemen Beton Akibat Kombinasi Aksial dan Lentur Berdasarkan "UNIFIED DESIGN PROVISION" (ACI 318-2002) dan "LIMIT STATE METHOD" (SNI 2847-2002) (down-load PDF 659 kb)
    Bambang Piscesa , Ir. Iman Wimbadi, Ms., Ir. Mudji Irmawan, Ms.Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS
  3. Kuat Geser Kolom Beton Bertulang Penampang Lingkaran yang Diperbaiki dengan Metode Concrete Jacketing (down-load PDF 483 kb)
    Andreas Triwiyono(1) , Iwan Wikana(2)
    (1) Jurusan Teknik Sipil FT-UGM, Yogyakarta
    (2) Fakultas Teknik Universitas Kristen Immanuel, Yogyakarta
  4. Studi Perbandingan Respon Struktur Non Linier Pada Struktur Beton Bertulang di bawah Beban Gempa dengan Standar FEMA 273 dan ATC 40 (down-load PDF 174 kb)
    Dr.Ir. Bambang Budiono,M.E., APU ; Yusuf Royanes Goro,ST.,MT.Program Studi Teknik Sipil – FTSL- ITB
  5. Core dan Outrigger Sebagai Sistem Lateral pada Apartment The Peak (down-load PDF 2619 kb)
    Oleh : Ir. Davy Sukamta – IPUPimpinan DavySukamta & Partners, konsultan struktur di Jakarta dengan track record 210 proyek selama periode 14 tahun terakhir. Ia menjabat sebagai Ketua HAKI periode 1999 – 2002, 2002 – 2005 dan 2005 – 2008. Ia telah merancang beberapa supertall buildings antara lain Amartapura 1 (52 lantai), Chrysant Tower (47 lantai) dan The Peak at Sudirman (55 lantai).
  6. Beton  Ramah  Lingkungan (down-load PDF 482 kb)
    Dr.Ir. FX. SupartonoLektor Kepala, Dept. Teknik Sipil UI dan Tarumanagara, Direktur PT. Partono Fondas Engineering Consultant.
  7. Menuju Perencanaan dan Pelaksanaan Struktur Beton Masa Kini untuk Bangunan Bertingkat Tinggi di Indonesia (down-load PDF 242 kb)
    Hadi Rusjanto TanuwidjajaJurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Jakarta
    Direktur Utama PT Haerte Widya Konsultan Engineers, Jakarta
  8. Konsep Metode Pengujian dan Tata Cara Perencanaan Tahan Gempa Sistem Pracetak untuk Bangunan Gedung (down-load PDF 572 kb)
    DR. Ir. Hari Nugraha Nurjaman,MT
    Lektor, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Persada Indonesia,                                            
    Sekretaris Umum Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI)
  9. Pengaruh Jenis Baja Tulangan terhadap Perilaku Plastifikasi Elemen Struktur SRPMK (down-load PDF 508 kb)
    Iswandi Imran, R. Simatupang, E. Pamujie dan M. Gunawan
    Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, ITB, Bandung
  10. Perilaku Pelat Komposit Alkadeck : Studi Eksperimental dan Analisis (down-load PDF 450 kb)
    Iswandi Imran(1)Made Suarjana(1)Marie Hamidah(2)Erwin(2) dan M. Sadikin Rasad(3)
    (1) Staf Pengajar KK Rekayasa Struktur, FTSL – ITB
    (2) Asisten Laboratorium Struktur dan Bahan, FTSL – ITB
    (3) Kepala Balai Sains Bangunan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, Balai Penelitian dan Pengembangan PU, Departemen Pekerjaan Umum
  11. Reinforcement Continuity and Integrity in High Rise Buildings in 3rd Millennium (down-load PDF 438 kb)
    J. Raybaud-Gines (Business Development Manager, Dextra Manufacturing Co., Ltd., Bangkok, Thailand)
    T. Jirapummin (Regional Sales Manager, Dextra Manufacturing Co., Ltd., Bangkok, Thailand)
  12. Dampak Pembatasan Waktu Getar Alami Fundamental pada Bangunan Gedung Tingkat Rendah (down-load PDF 1,099 kb)
    Josia Irwan Rastandi
    Staf pengajar tetap pada Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  13. Seismic Design Criteria for Suramadu Cable Stayed Bridge (down-load PDF 389 kb)
    Ir. Masyhur Irsyam, MSE., PhD.; Ir. Donny T. Dangkua ; Ir. Dyah Kusumastuti, MT., PhD.Faculty of Civil Engineering and Enviromental, Bandung Institute of Technology
  14. Evaluasi Kinerja Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus dengan Variasi Panjang Bentang (down-load PDF  169 kb)
    Harun Alrasyid , Mudji Irmawan , Tavio
    Jurusan Teknik Sipil ITS
  15. Kinerja Link dengan Sambungan Baut pada Struktur Rangka Berpengaku Eksentrik (down-load PDF 221 kb)
    Muslinang Moestopo(1) dan Aulia Mirza(2)
    (1)Pengajar Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung ; Peneliti Kelompok Riset Struktur Bangunan, Pusat Rekayasa Industri, Institut Teknologi Bandung)
    (2) Alumni Magister Rekayasa Struktur, Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung)
  16. Indonesia Earthquake Sources a Trend Toward New Tectonic Setting (down-load PDF 1496 kb)
    Rizkita Parithusta
    Kyushu University – Japan
    Indonesia Center for Earthquake Engineering
  17. Seismic Re-Evaluation of Complex Building Structures Using Pushover Analysis with Consideration of Higher Modes (down-load PDF 316 kb)
    Sindur P. Mangkoesoebroto and Anastasia M. Santoso
    Institute of Technology Bandung, and The Indonesia Centre for Earthquake Engineering
  18. Ketentuan-ketentuan SNI 03-1726-2002 yang Perlu diubah (down-load PDF 479 kb)
    S.P. Limasalle, Anwar Susanto & Ratna K. Gunawan
    Staf dosen tetap Fakultas Teknik jurusan Sipil Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida)
  19. Extreme Element Forces of Plan Irregular Building Structures (down-load PDF 531 kb)
    Ir. Sugia Mulyana
    Principal, PT Rekacipta Kinematika Consulting Engineers. Lecturer, Institute Sains & Teknologi Nasional – Jakarta.
  20. The Accuracy of Nonlinear Static Seismic (Pushover) Procedures  (down-load PDF 941 kb)
    T. Boen(1) and T. N. Tjhin(2)
    (1) Senior Advisor, World Seismic Safety Initiative (WSSI), Indonesia
    (2) Structural Engineer, Buckland & Taylor Ltd., Canada
  21. MDOF Effects on Analisa Beban Angin pada Bangunan Industri Berdasarkan Peraturan AS/NZS 1170.2:2002 (down-load PDF 709 kb)
    Wawan Chendrawan(1)Weny Surjana(2)Agnes Yenny Astuti(2), dan Takim Andriono(3)
    (1) Direktur PT Gistama Intisemesta – Jakarta
    (2) Perencana Struktur PT Gistama Intisemesta – Jakarta
    (3) Dosen Pasca Sarjana Teknik Sipil – UK Petra

Rabu, 10 September 2014

Rumus SNI mengalahkan Rumus BOW

Salah satu tujuan dari perusahaan konstruksi adalah mendapatkan hasil keuntungan yang maksimal dari pelaksanaan pembangunan proyek. Dalam hal ini sangat penting adanya pengelolaan manajemen yang baik khususnya yang berkaitan dengan anggaran biaya, sehingga diperlu dibuat sebuah rencana anggaran biaya proyek yang efisien dan dapat dipertanggung jawabkan. Pada penyusunan anggaran biaya ini terdapat metode perhitungan di antaranya metode BOW dan  SNI. Mengapa selama ini perhitungan rencana anggaran biaya sering digunakan metode SNI? Ada apa dengan metode BOW? Oleh karena itu, penulis akan membahas metode-metode tersebut.

Metode Analisa Perhitungan RAB
            Rencana Anggaran Biaya pembangunan gedung dapat dihitung dengan dua metode, yaitu metode BOW dan metode SNI :


1. Metode BOW
            BOW adalah suatu ketentuan dan ketetapan umum yang ditetapkan Dir. BOW pada tanggal 28 Februari 1921 nomor 5372 A pada jaman Belanda. Dalam analisa BOW, telah ditetapkan angka jumlah tenaga kerja dan bahan untuk suatu pekerjaan. Prinsip yang terdapat dalam metode BOW mencakup daftar koefisien upah dan bahan yang telah ditetapkan. Keduanya menganalisa harga (biaya) yang diperlukan untuk  harga satuan pekerjaan bangunan. Dari koefisien tersebut akan didapatkan kalkulasi bahan-bahan yang diperlukan dan kalkulasi upah yang mengerjakan. Komposisi perbandingan dan susunan material serta tenaga kerja pada suatu pekerjaan sudah ditetapkan, yang selanjutnya dikalikan harga material dan upahyang berlaku pada saat itu. (Mukomuko,1985)

Contoh dari perhitungan analisa anggaran biaya dengan metode BOW adalah sebagai berikut :
Harga satuan 1 m³ pekerjaan membuat beton dengan mutu K-225 :
1.       Bahan
0,96 m³ kerikil                          @ Rp 75.000,00                     = Rp   72.000,00
8,17 zak semen PC 50 kg        @ Rp 56.900,00                     = Rp 484.873,00
0,54 m³ Pasir                            @ Rp 50.000,00                     = Rp   27.000,00 +                                                                                                                                                                                                                              
Jumlah harga bahan                                                                 = Rp 563.873,00

2.      Upah
1,00 tukang batu                     @ Rp 72.900,00                      = Rp   72.900,00
0,10 kepala tukang batu          @ Rp 87.500,00                     = Rp     8.750,00
6,00 pekerja                             @ Rp 45.000,00                      = Rp 270.000,00
0,30 mandor                            @ Rp 65.600,00                      = Rp   19.680,00 +
Jumlah upah                                                                            = Rp 371.330,00

3.      Peralatan
0,4819 concrete mixer             @ Rp 36.480,370                    = Rp 17.579,8900
0,0633 water tanker                @ Rp 117.765,090                  = Rp 7.545,5300
0,4819 concrete vibrator         @ Rp 21.740,010                    = Rp 10.476,5110
1,0000 alat bantu                    @ Rp 2.050,000                      = Rp 2.050,0000 +
Jumlah alat                                                                              = Rp 37.560,931

            Harga satuan 1 m³pekerjaan membuat beton mutu K-225 adalah:
= Jumlah harga bahan + Jumlah harga upah + Jumlah harga peralatan
= Rp 563.873,00 + Rp 371.330,00 + Rp 37.560,93
= Rp 972.763,93

2. Metode SNI
SNI merupakan pembaharuan dari analisa BOW (Burgeslijke Openbare Werken) 1921, dengan kata lain bahwasanya analisa SNI merupakan analisa BOW yang diperbaharui. Analisa SNI ini dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Pemukiman. Sistem penyusunan biaya dengan menggunakan analisa SNI ini hampir sama dengan sistem perhitungan dengan menggunakan analisa BOW. Prinsip yang mendasar pada metode SNI adalah, daftar koefisien bahan dan upah tenaga sudah ditetapkan untuk menganalisa harga atau biaya yang diperlukan dalam membuat harga satu satuan pekerjaan bangunan. Dari kedua koefisien tersebut akan didapatkan kalkulasi bahan-bahan yang diperlukan dan kalkulasi upah yang mengerjakan. Komposisi perbandingan dan susunan material serta tenaga kerja pada satu pekerjaan sudah ditetapkan, yang selanjutnya dikalikan dengan harga material dan upah yang berlaku di pasaran.

Contoh perhitungan rencana anggaran biaya dengan metode SNI 2008 yaitu :
Harga satuan 1 m³ pekerjaan membuat beton dengan mutu K-225 :
1.      Bahan :
0,65 m³ Kerikil                        @ Rp 75.000,00                      = Rp   48.750,00
7,42  kg Semen PC 50 kg       @ Rp 56.900,00                      = Rp 422.198,00
0,65 m³ Pasir                           @ Rp 50.000,00                      = Rp   32.500,00 +
Jumlah harga bahan                                                                 = Rp 503.448,00

2.      Upah :
0.275 tukang batu                   @ Rp 72.900,00                      = Rp 20.047,5
0,028 kepala tukang batu        @ Rp 87.500,00                      = Rp   2.450,00
1,65 pekerja                             @ Rp 45.000,00                      = Rp 74.250,00
0,083 mandor                          @ Rp 65.600,00                      = Rp   5.444,8,0 +
Jumlah harga upah                                                                  = Rp 102.192,3

3.      Peralatan :
0,4819 concrete mixer             @ Rp 36.480,370                    = Rp 17.579,89
0,0633 water tanker                @ Rp 117.765,090                  = Rp   7.454,53
0,4819 concrete vibrator         @ Rp 21.740,010                    = Rp 10.476,51
1,0000 alat bantu                    @ Rp 2.050,000                      = Rp   2.050,00 +
Jumlah harga alat                                                                    = Rp 37.560,93

            Harga satuan 1 m³ pekerjaan membuat beton dengan mutu K–225 adalah:
= Jumlah harga bahan + Jumlah harga upah + Jumlah harga peralatan
= Rp 503.448,00 + Rp 102.192,3 + Rp 37.560,93
= Rp 643.201,23
Kesimpulan
Silahkan ganti sendiri Yang ada @ dengan Harga sesuai wilayah andaa saat ini. di atas merupakan Harga Lama sekitar tahun 2011
·         Harga satuan 1 m³ pekerjaan membuat beton dengan mutu K–225 dengan metode BOW diperoleh  Rp 972.763,93 sedangkan dengan metode SNI 2008 diperoleh Rp 643.201,23
·         Terdapat selisih harga Rp 329.562,70 (perbedaan harga yang cukup besar)
·         Analisa BOW (Burgeslijke Openbare Werken) 28 Februari 1921, perlu diadakan revisi atau perbaikan. Pedoman tersebut dirasakan sudah tidak relevan lagi karena analisa BOW hanya dapat digunakan apabila pekerjaannya berupa pekerjaan padat karya yang memakai peralatan konvensional serta tenaga kerja yang kurang profesional, sehingga apabila analisa tersebut masih digunakan secara murni mengakibatkan perencanaan biaya menjadi sangat mahal.
·         Untuk mengefisiensi dana pembangunan masih ada metode lain yang dapat digunakan dalam penyusunan anggaran biaya misalkan dengan menggunakan metode SNI.

Daftar Pustaka
1.      Badan Standarisasi Nasional (BSN). 2008. Kumpulan Analisa Biaya Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan.
2.      Mukomoko, J. A. 1987. Dasar Penyusunan Anggaran Biaya Bangunan Metode BOW. Gaya Media Pratama. Jakarta.

SBU Konversi Dalam Lelang Konstruksi

Kebingungan SBU Konversi Dalam Lelang Konstruksi
Sering sekali menerima pertanyaan tentang dampak Surat Menteri Pekerjaan Umum Nomor IK.02010-kk/978 Perihal Pemberlakuan Klasifikasi dan Kualifikasi Usaha Jasa Konstruksi Pada Pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan Jasa Konstruksi Untuk Tahun 2014, membuat saya ingin membagi referensi resmi yang saya dapatkan dari Frequently Asked Question (FAQ) website Kementerian PU terkait hal ini.
  1. Mengapa harus diterbitkan Surat Edaran Kepala BP. Konstruksi Nomor IK.02010-kk/978 dalam pengadaan pekerjaan jasa konstruksi tahun 2014?
Jawab: 
Ada beberapa latar belakang yang pokok dan substansial dari terbitnya Surat Menteri Pekerjaan Umum Nomor IK.02010-kk/978 antara lain
  1. Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08 tahun 2011 Tentang Pembagian Subklasifikasi dan Subkualifikasi, amanat implementasinya sebetulnya adalah paling lambat 1 Agustus 2012. Namun demikian, implementasi dari sistem subklasifikasi dan subkualifikasi yang ada dalam Permen ini belum bisa dilakukan sampai dengan tools atau sarana implementasinya yang merupakan Unit Sertifikasi Badan Usaha (USBU) terbentuk. USBU tersebut pada akhir tahun 2013 telah terbentuk di 33 provinsi, Dengan demikian Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 08/2011 dalam status sudah siap untuk dilaksanakan oleh seluruh USBU di Indonesia.
  2. Tentunya ketika akan diimplementasikan 100%, pasti akan ada masa transisi untuk merubah sistem subbidang atau bagian subbidang yang lama menjadi subklasifikasi dan subkualifikasi sesuai dengan PERMEN PU Nomor 08/2011. Terkait dengan masa transisi tersebut, maka dirasa perlu untuk dibuat suatu kebijakan yang akan menjadi pedoman agar pada masa transisi tersebut, pembangunan dapat tetap berjalan dengan optimal, yang dimulai dari proses pengadaan pekerjaan jasa konstruksi tahun anggaran 2014.

Menurut saya penting juga untuk diketahui bersama bahwa proses konversi ini didasari oleh kepentingan besar yang bersifat strategis. Hal ini seperti tertuang dalam web konsultasi kementerian PU (http://www.pu.go.id) bahwa pengaturan subklasifikasi dan subkualifikasi sesuai dengan Permen PU No. 08/PRT/M/2011 telah mengacu kepada Central Product Classification (CPC) yang berlaku secara internasional. Penyesuaian terhadap CPC dimaksudkan agar pelaku Jasa Konstruksi Nasional siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 dan WTO pada tahun 2020.
  1. Apakah pengadaan pekerjaan jasa konstruksi yang dimaksud pada Surat Menteri Pekerjaan Umum Nomor IK.02010-kk/978 hanya untuk pengadaan yang anggarannya bersumber dari APBN?
Jawab: 
Pengadaan pekerjaan jasa konstruksi yang dimaksud pada Surat Menteri Pekerjaan Umum Nomor IK.02010-kk/978 adalah pengadaan pekerjaan jasa konstruksi tahun anggaran 2014 yang dananya bersumber dari APBN, APBD Provinsi serta APBD Kabupaten/Kota.
3. Apa substansi pokok dari Surat Menteri Pekerjaan Umum Nomor IK.02010-kk/978 ?
Jawab: 
Untuk lebih memudahkan memahami substansi pokok dari Surat Menteri Pekerjaan Umum Nomor IK.02010-kk/978makai dapat dilihat pada tabel 1, yakni penjelasannya adalah sebagai berikut:
  1. Pada periode sampai dengan 31 Maret 2014, SBU/SKA/SKT yang klasifikasi dan kualifikasinya belum mengacu kepada PERMEN PU NO. 08/2011 dapat digunakan dalam pengadaan pekerjaan jasa konstruksi sampai dengan penandatanganan kontrak.
  2. Pada periode 31 Maret 2014 sampai dengan 20 juni 2014, SBU/SKA/SKT yang klasifikasi dan kualifikasinya belum mengacu kepada PERMEN PU NO. 08/2011masih dapat digunakan pada saat proses lelang, sedangkan pada saat penandatanganan kontrak, maka penyedia jasa sudah harus dapat menunjukkan SBU/SKA/SKTyang klasifikasi dan kualifikasinya sudah mengacu kepada PERMEN PU NO. 08/2011.
  3. Pada periode setelah 30 Juni 2014, SBU/SKA/SKT yang klasifikasi dan kualifikasinya belum mengacu kepada PERMEN PU NO. 08/2011 tidak lagi dapat digunakan baik pada saat proses lelang maupun pada saat penandatanganan kontrak.
  4. SBU/SKA/SKT yang klasifikasi dan kualifikasinya sudah mengacu kepada PERMEN PU NO. 08/2011 dapat digunakan dalam pengadaan pekerjaan jasa konstruksi dan penandatanganan kontrak pada seluruh periode di tahun anggaran 2014.
SBU Konversi Dalam Lelang Konstruksi
  1. Setelah klasifikasi dan kualifikasi pada SBU dikonversisesuai dengan PERMEN PU No. 08/2011, apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan penyedia jasa?
Jawab:
Setelah SBU dari penyedia jasa sudah dikonversi sesuai dengan PERMEN PU No. 08/2011, maka penyedia jasa harus mengurus permohonan perubahan klasifikasi dan kualifikasi yang tertera dalam IUJK ke Pemerintah Kabupaten/Kota tempat diterbitkannya IUJK.Agar tidak terjadi perbedaaan antara klasifikasi dan kualifikasi yang tertera dalam SBU dan dengan yang tertera dalam IUJK.
  1. Bagaimana cara penelusuran keabsahan SBU/SKA/SKT pada pengadaan Pekerjaan jasa konstruksi tahun 2014?
Jawab:
SBU/SKA/SKT yang sah adalah SBU/SKA/SKT yang tertera dalam Sistem Informasi Konstruksi Indonesia (SIKI) dengan alamat web http://www.lpjk.net . Namun demikian, bila terdapat kendala dalam mengakses SIKI, maka panitia lelang dapat mengklarifikasi langsung kepada penerbit dokumen yakni LPJK Nasional dan/atau LPJK Provinsi.
  1. Bila terdapat perbedaan klasifikasi dan kualifikasi yang tertera dalam SBU dengan dengan yang tertera dalam IUJK, mana yang harus dijadikan dasar penilaian oleh panitia lelang?
Jawab:
Klasifikasi dan Kualifikasi pada IUJK sejatinya adalah sama dengan yang tertera pada SBU, namun demikian pada masa transisi, memang dimungkinkan suatu penyedia jasa sudah mengurus konversi klasifikasi dan kualifikasi yang tertera dalam SBU namun belum mengurus perubahan klasfiikasi dan kualifikasi pada IUJK.
Bila hal ini terjadi maka kita dapat melihat Pasal 8 Undang-Undang 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi beserta penjelasannya, yang memberikan batasan yang jelas antara IUJK dengan SBU. Dalam Undang-Undang tersebut disebutkan bahwa SBU merupakan bukti pengakuan atas kemampuan yang meliputi klasifikasi dan kualifikasi usaha jasa konstruksi, sedangkan IUJK disebutkan memiliki fungsi perizinan yang merupakan fungsi publik yang merupakan sarana Pemerintah untuk melindungi masyarakat dalam pekerjaan konstruksi.
Dari penjelasan tersebut, maka dalam konteks penilaian terhadap klasifikasi dan kualifikasi, maka yang harus dijadikan dasar penilaian adalah SBU. Namun untuk memastikan legitimasi atau aspek legal dari suatu penyedia jasa, maka panitia lelang memastikan bahwa penyedia jasa memiliki IUJK yang masih berlaku.
Selain itu, klasifikasi dan kualifikasi usaha didapat dari suatu penilaian atau asesment terhadap usaha konstruksi, dimana proses penilaian tersebut hanya dilakukan pada saat penerbitan SBU dan bukan pada saat penerbitan IUJK, sehingga proses penilaian kesesuaian klasifikasi dan kualifikasi usahadengan persyaratan yang ditetapkan dalam pengadaaan pekerjaan jasa konstruksi oleh panitia lelang lebih tepat dilakukan dengan mendasarkan pada klasifikasi dan kualifikasi yang tertera pada SBU.
Sedikit menyimpulkan pertanyaan terakhir no. 6 disini jelas bahwa ketika pada evaluasi kualifikasi untuk menjawab apakah penyedia memenuhi klausul pasal 19 ayat 1 :
  1. memenuhi ketentuan peraturan perundangundangan untuk menjalankan kegiatan/usaha maka untuk konstruksi yang dinilai adalah kepemilikan SIUJK bukan SBU.
  2. memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan koperasi kecil serta kemampuan pada subbidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha non-kecil maka lihat pada SBU untuk konstruksi.
seperti artiket ini kami kutip samsulramli.wordpress.com yang mempunyai bobot cukup menarik, dari sumber aslinya merupakan acauan untuk kita mengenal lebih lagi